1.
Beberapa ahli telah mencoba merumuskan dan membuat tafsiran tentang “belajar”. Sering kali pula rumusan mereka itu berbeda satu sama lain. Belajar didefinisikan oleh para ahli dengan sudut pandang yang berbeda-beda, walaupun pada dasarnya perbedaan itu tidak terlalu jauh. Rusyam, AT, dkk (Rusyam, 1994 :7), mengemukakan bahwa: “ Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman. Di dalam rumusan tersebut terkadung makna bahwa belajar merupakan suatu proses, suatu kegiatan, dan bukan hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, melainkan lebih luas dari itu, yakni mengalami. Hasil belajar bukan hanya penguasan hasil latihan, melaingkan perubahan kelakuan “
Belajar menurut Morgan dalam Azhari, A bahwa belajar adalah setiap perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai hasil dari pngalaman-pengalaman lampau (Azhari, A, 1996 : 38). Hal ini sejalan dengan pendapat Sudjana (Sudjana, 1990 : 5), yang mengemukakan bahwa belajar adalah sesuatu yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan sebagai hasil dari proses belajar dapat ditunjukkan dengan berbagai bentuk perubahan pengetahuan, pemahaman, sikap, kebiasaan, serta aspek-aspek lain yang ada pada diri individu yang belajar.
Menurut Slameto, Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan (Slameto, 2002 : 2 ).
Pendapat diatas memberikan gambaran bahwa seseorang diketahui belajar bila diasumsikan dalam dirinya terjadi suatu proses yang mengakibatkan suatu perubahan tingkah laku. Perubahan tingkah laku yang berlaku dalam waktu relatif lama disertai usaha orang tersebut sehingga orang itu berubah dari tidak mampu mengerjakan sesuatu menjadi mampu mengerjakan. Tanpa usaha, walaupun terjadi perubahan tingkah laku, bukanlah belajar.
Walau pun para ahli mengemukakan pendapat dan memberi batasan tentang belajar berbeda-beda tetapi menurut Syamsiah (Syamsiah, 2007 :7 ), pada hakekatnya mengandung unsur-unsur yang sama : a) Belajar merupakan proses kegiatan yang disadari dan mempunyai tujuan, b) Proses belajar mengakibatkan perubahan tingkah laku, dan c) Perubahan akibat belajar dapat bersifat menetap.
Dari beberapa defenisi tentang belajar dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku, sebagai akibat interaksi individu dengan lingkungannya. Perubahan perilaku yang dimaksud adalah berupa pengetahuan dan tingkah laku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar